KabarJawa.com– Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri Tahun Dal 1959/1447 H/2026 M, Keraton Yogyakarta kembali menyelenggarakan rangkaian tradisi Hajad Dalem.
Acara tahunan yang kental akan nilai sejarah dan budaya ini akan mencapai puncaknya pada perayaan Garebeg Sawal yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 20 Maret 2026 mendatang.
Rangkaian peringatan ini akan diawali dengan persiapan fisik barisan prajurit keraton. Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis oleh pihak Keraton Yogyakarta, Gladi Resik Prajurit akan digelar pada Sabtu (14/3/2026) mulai pukul 16.00 WIB di Pelataran Kamandungan Kidul hingga Alun-Alun Selatan. Masyarakat umum diperkenankan hadir untuk menyaksikan prosesi gladi ini.
Selanjutnya, keraton akan menggelar prosesi Numplak Wajik pada Selasa (17/3/2026) pukul 15.00 WIB. Bertempat di Panti Pareden, Kompleks Magangan, prosesi yang mengawali pembuatan gunungan ini juga bersifat terbuka bagi masyarakat.
Sorotan Acara: Garebeg Sawal dan Ngabekten
Puncak perayaan, yakni Garebeg Sawal, akan dilaksanakan pada Jumat (20/3/2026) mulai pukul 08.30 WIB. Iring-iringan gunungan dan Bregada Prajurit Keraton (seperti Wirabraja, Dhaeng, Bugis, hingga Surakarsa) akan melintasi rute dari Pagelaran Keraton, menuju Masjid Gedhe, Kepatihan, Pura Pakualaman, hingga Ndalem Mangkubumen.
Bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin menyaksikan kemeriahan Garebeg Sawal, pihak keraton menyediakan area terbuka di Pelataran (KD) Pagelaran dan Halaman Masjid Gedhe.
Namun, beberapa area vital seperti Kamandungan Kidul, Kompleks Magangan, dan Keben akan ditutup untuk umum.
Di hari yang sama, Keraton juga menggelar prosesi Ngabekten Kakung (Jumat, 20/3/2026, pukul 09.00 WIB) dan disusul Ngabekten Putri keesokan harinya (Sabtu, 21/3/2026, pukul 09.00 WIB).
Meski kedua prosesi ini bersifat tertutup, masyarakat tetap dapat menyaksikan jalannya acara melalui siaran langsung di akun Instagram resmi @kratonjogja.
Hiburan Rakyat dan Larangan Terbang Drone
Sebagai penutup rangkaian hari puncak, Keraton mempersembahkan hiburan bagi rakyat berupa Pementasan Wayang Kulit Bedhol Songsong.
Mengangkat lakon “Tugu Indradi” oleh dalang ML. Cermo Radyoharsono, pertunjukan ini akan digelar di Gedhong Sasana Hinggil Dwi Abad, Alun-Alun Selatan pada Jumat (20/3/2026) pukul 20.00 WIB. Acara ini terbuka untuk umum dan disiarkan langsung di kanal YouTube Kraton Jogja.
Demi kelancaran, keamanan, serta kekhidmatan seluruh rangkaian Hajad Dalem, Keraton Yogyakarta memberlakukan aturan ketat terkait pendokumentasian.
Masyarakat dan pihak luar dilarang keras menerbangkan drone (No Drones Allowed) di seluruh area Garebeg hingga radius buffer 50 meter.
Masyarakat diimbau untuk mematuhi aturan tersebut dan memperhatikan rute arak-arakan prajurit untuk menghindari kemacetan di sekitar kawasan Keraton hingga Malioboro.
Tradisi Hajad Dalem ini diharapkan terus menjadi wujud syukur sekaligus tonggak pelestarian budaya Yogyakarta yang selalu dinantikan setiap tahunnya.***
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

