<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dan &#8211; Gentong Post</title>
	<atom:link href="https://gentongpost.com/tag/dan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gentongpost.com</link>
	<description>Gentong Post</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Mar 2026 19:55:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Menyambut Idulfitri 2026, Keraton Yogyakarta Gelar Rangkaian Hajad Dalem: Simak Jadwal dan Aturannya</title>
		<link>https://gentongpost.com/menyambut-idulfitri-2026-keraton-yogyakarta-gelar-rangkaian-hajad-dalem-simak-jadwal-dan-aturannya/</link>
					<comments>https://gentongpost.com/menyambut-idulfitri-2026-keraton-yogyakarta-gelar-rangkaian-hajad-dalem-simak-jadwal-dan-aturannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gentong Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 19:55:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Aturannya]]></category>
		<category><![CDATA[Dalem]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Gelar]]></category>
		<category><![CDATA[Hajad]]></category>
		<category><![CDATA[Idulfitri]]></category>
		<category><![CDATA[Jadwal]]></category>
		<category><![CDATA[Keraton]]></category>
		<category><![CDATA[Menyambut]]></category>
		<category><![CDATA[Rangkaian]]></category>
		<category><![CDATA[Simak]]></category>
		<category><![CDATA[Yogyakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gentongpost.com/menyambut-idulfitri-2026-keraton-yogyakarta-gelar-rangkaian-hajad-dalem-simak-jadwal-dan-aturannya/</guid>

					<description><![CDATA[Ilustrasi Hajad Dalem Idulfitri 2026 Keraton Yogyakarta (Instagram // @humasjogja) KabarJawa.com – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri Tahun Dal 1959/1447 H/2026 M, Keraton Yogyakarta kembali menyelenggarakan rangkaian tradisi Hajad Dalem. Acara tahunan yang kental akan nilai sejarah dan budaya ini akan mencapai puncaknya pada perayaan Garebeg Sawal yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 20 Maret [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<figure id="attachment_27609" aria-describedby="caption-attachment-27609" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><figcaption id="caption-attachment-27609" class="wp-caption-text">Ilustrasi Hajad Dalem Idulfitri 2026 Keraton Yogyakarta (Instagram // @humasjogja)</figcaption></figure>
<p><strong>KabarJawa.com </strong>– Dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri Tahun Dal 1959/1447 H/2026 M, Keraton Yogyakarta kembali menyelenggarakan rangkaian tradisi Hajad Dalem.</p>
<p>Acara tahunan yang kental akan nilai sejarah dan budaya ini akan mencapai puncaknya pada perayaan Garebeg Sawal yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 20 Maret 2026 mendatang.</p>
<p>Rangkaian peringatan ini akan diawali dengan persiapan fisik barisan prajurit keraton. Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis oleh pihak Keraton Yogyakarta, Gladi Resik Prajurit akan digelar pada Sabtu (14/3/2026) mulai pukul 16.00 WIB di Pelataran Kamandungan Kidul hingga Alun-Alun Selatan. Masyarakat umum diperkenankan hadir untuk menyaksikan prosesi gladi ini.</p>
<p>Selanjutnya, keraton akan menggelar prosesi Numplak Wajik pada Selasa (17/3/2026) pukul 15.00 WIB. Bertempat di Panti Pareden, Kompleks Magangan, prosesi yang mengawali pembuatan gunungan ini juga bersifat terbuka bagi masyarakat.</p>
<h2>Sorotan Acara: Garebeg Sawal dan Ngabekten</h2>
<p>Puncak perayaan, yakni Garebeg Sawal, akan dilaksanakan pada Jumat (20/3/2026) mulai pukul 08.30 WIB. Iring-iringan gunungan dan Bregada Prajurit Keraton (seperti Wirabraja, Dhaeng, Bugis, hingga Surakarsa) akan melintasi rute dari Pagelaran Keraton, menuju Masjid Gedhe, Kepatihan, Pura Pakualaman, hingga Ndalem Mangkubumen.</p>
<p>Bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin menyaksikan kemeriahan Garebeg Sawal, pihak keraton menyediakan area terbuka di Pelataran (KD) Pagelaran dan Halaman Masjid Gedhe.</p>
<p>Namun, beberapa area vital seperti Kamandungan Kidul, Kompleks Magangan, dan Keben akan ditutup untuk umum.</p>
<p>Di hari yang sama, Keraton juga menggelar prosesi Ngabekten Kakung (Jumat, 20/3/2026, pukul 09.00 WIB) dan disusul Ngabekten Putri keesokan harinya (Sabtu, 21/3/2026, pukul 09.00 WIB).</p>
<p>Meski kedua prosesi ini bersifat tertutup, masyarakat tetap dapat menyaksikan jalannya acara melalui siaran langsung di akun Instagram resmi @kratonjogja.</p>
<h2>Hiburan Rakyat dan Larangan Terbang Drone</h2>
<p>Sebagai penutup rangkaian hari puncak, Keraton mempersembahkan hiburan bagi rakyat berupa Pementasan Wayang Kulit Bedhol Songsong.</p>
<p>Mengangkat lakon “Tugu Indradi” oleh dalang ML. Cermo Radyoharsono, pertunjukan ini akan digelar di Gedhong Sasana Hinggil Dwi Abad, Alun-Alun Selatan pada Jumat (20/3/2026) pukul 20.00 WIB. Acara ini terbuka untuk umum dan disiarkan langsung di kanal YouTube Kraton Jogja.</p>
<p>Demi kelancaran, keamanan, serta kekhidmatan seluruh rangkaian Hajad Dalem, Keraton Yogyakarta memberlakukan aturan ketat terkait pendokumentasian.</p>
<p>Masyarakat dan pihak luar dilarang keras menerbangkan drone (No Drones Allowed) di seluruh area Garebeg hingga radius buffer 50 meter.</p>
<p>Masyarakat diimbau untuk mematuhi aturan tersebut dan memperhatikan rute arak-arakan prajurit untuk menghindari kemacetan di sekitar kawasan Keraton hingga Malioboro.</p>
<p>Tradisi Hajad Dalem ini diharapkan terus menjadi wujud syukur sekaligus tonggak pelestarian budaya Yogyakarta yang selalu dinantikan setiap tahunnya.***</p>
</p></div>
<p></p>
<h2>PakarPBN</h2>
<p></p>
<p>A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.</p>
<p>In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.</p>
<p>The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.</p>
<p><a href="https://pakarpbn.com">Jasa Backlink</a><br />
<br /><a href="https://drivenime.com">Download Anime Batch</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gentongpost.com/menyambut-idulfitri-2026-keraton-yogyakarta-gelar-rangkaian-hajad-dalem-simak-jadwal-dan-aturannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cap Go Meh dan Ramadan Berjalan Harmonis di Singkawang, Extrajoss Hadir Meriahkan Festival</title>
		<link>https://gentongpost.com/cap-go-meh-dan-ramadan-berjalan-harmonis-di-singkawang-extrajoss-hadir-meriahkan-festival/</link>
					<comments>https://gentongpost.com/cap-go-meh-dan-ramadan-berjalan-harmonis-di-singkawang-extrajoss-hadir-meriahkan-festival/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gentong Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 18:19:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Berjalan]]></category>
		<category><![CDATA[Cap]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[Extrajoss]]></category>
		<category><![CDATA[Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Hadir]]></category>
		<category><![CDATA[Harmonis]]></category>
		<category><![CDATA[Meh]]></category>
		<category><![CDATA[Meriahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadán]]></category>
		<category><![CDATA[Singkawang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gentongpost.com/cap-go-meh-dan-ramadan-berjalan-harmonis-di-singkawang-extrajoss-hadir-meriahkan-festival/</guid>

					<description><![CDATA[Viralterkini.idSingkawang – Awal Maret 2026 menghadirkan momen istimewa bagi masyarakat Indonesia. Di saat umat Muslim menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan, masyarakat keturunan Tionghoa juga merayakan Cap Go Meh sebagai penutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Dua perayaan berbeda ini berlangsung beriringan dengan damai, terutama terasa di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Sebagai salah satu pusat [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><strong>Viralterkini.id</strong>Singkawang – Awal Maret 2026 menghadirkan momen istimewa bagi masyarakat Indonesia. Di saat umat Muslim menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan, masyarakat keturunan Tionghoa juga merayakan Cap Go Meh sebagai penutup rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Dua perayaan berbeda ini berlangsung beriringan dengan damai, terutama terasa di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.</p>
<p>Sebagai salah satu pusat perayaan Cap Go Meh terbesar di Indonesia, Singkawang kembali dipadati ribuan warga dan wisatawan. Jalanan kota dipenuhi atraksi budaya seperti barongsai, ritual tatung, arak-arakan budaya, hingga beragam kuliner khas yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.</p>
<p>Kemeriahan festival tahun ini semakin lengkap dengan kehadiran brand minuman energi Extrajoss yang kembali berpartisipasi bersama kreator kuliner Bobon Santoso untuk ketiga kalinya. Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Extrajoss dalam mendampingi Festival Cap Go Meh Singkawang sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat setempat.</p>
<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="791" src="https://viralterkini.id/wp-content/uploads/2026/03/foto-2-1024x791.webp" alt="Foto 2" class="wp-image-27626" srcset="https://viralterkini.id/wp-content/uploads/2026/03/foto-2-1024x791.webp 1024w, https://viralterkini.id/wp-content/uploads/2026/03/foto-2-300x232.webp 300w, https://viralterkini.id/wp-content/uploads/2026/03/foto-2-768x593.webp 768w, https://viralterkini.id/wp-content/uploads/2026/03/foto-2-1536x1186.webp 1536w, https://viralterkini.id/wp-content/uploads/2026/03/foto-2.webp 1772w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" data-eio="l"/></figure>
<p>Head of Marketing PT Bintang Toedjoe, Arwin Nugraha Hutasoit, mengatakan Singkawang menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman dapat hidup berdampingan dengan harmonis.</p>
<div class="inline_ads">
<img decoding="async" class="details-image lazyload" draggable="false" alt="" src="https://viralterkini.id/wp-content/uploads/2026/02/iklan-animasi-pasang-iklan.gif" data-eio-rwidth="1000" data-eio-rheight="100"/><img decoding="async" class="details-image" src="https://viralterkini.id/wp-content/uploads/2026/02/iklan-animasi-pasang-iklan.gif" draggable="false" alt="" data-eio="l"/></div>
<p>“Singkawang menunjukkan bagaimana keberagaman bisa dirawat dengan baik. Di sini masyarakatnya tetap rukun, tetap menjaga budaya, dan saling menghormati. Ini energi positif yang nyata,” ujarnya.</p>
<p>Kota Singkawang memang dikenal sebagai simbol harmoni di Indonesia. Berbagai etnis seperti Tionghoa, Melayu, Dayak, dan komunitas lainnya hidup berdampingan serta menjaga tradisi masing-masing. Perayaan Cap Go Meh tidak hanya menjadi agenda wisata budaya tahunan, tetapi juga mencerminkan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi kebersamaan.</p>
<p>Hal ini turut tercermin dalam penilaian SETARA Institute melalui Indeks Kota Toleran 2024, yang menempatkan Singkawang sebagai kota paling toleran kedua di Indonesia setelah Salatiga, dari total 94 kota yang dinilai secara nasional.</p>
<p>Kehadiran Bobon Santoso turut memberi warna dalam perayaan tahun ini. Dikenal sebagai “Chef Rakyat Indonesia”, ia kerap mengangkat kuliner Nusantara sebagai cara sederhana untuk merayakan keberagaman budaya.</p>
<p>Menurut Bobon, kuliner juga menjadi simbol akulturasi budaya yang kuat, salah satunya terlihat pada hidangan khas Cap Go Meh.</p>
<p>“Cap Go Meh bukan cuma perayaan budaya, tapi juga perayaan rasa. Lontong Cap Go Meh misalnya, itu simbol akulturasi antara budaya Tionghoa dan Nusantara,” katanya.</p>
<p>Perayaan Cap Go Meh yang bertepatan dengan Ramadan tahun ini juga memperlihatkan nilai toleransi yang nyata. Aktivitas ibadah umat Muslim tetap berjalan khusyuk, sementara perayaan budaya berlangsung meriah tanpa saling mengganggu.</p>
<p>Sebagai bagian dari dukungannya, Extrajoss juga membagikan minuman energi secara gratis kepada sekitar 20.000 penonton serta komunitas tatung yang terlibat dalam rangkaian festival. Langkah ini menjadi simbol semangat dan energi positif untuk menjaga persatuan serta optimisme masyarakat.</p>
<p>Arwin menegaskan, semangat toleransi dan kebersamaan yang terlihat di Singkawang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.</p>
<p>“Di Singkawang, Cap Go Meh bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang harapan bahwa perbedaan bisa berjalan berdampingan dan menjadi kekuatan bagi bangsa,” pungkasnya. (ma)</p>
</p></div>
<p></p>
<h2>PakarPBN</h2>
<p></p>
<p>A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.</p>
<p>In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.</p>
<p>The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.</p>
<p><a href="https://pakarpbn.com">Jasa Backlink</a><br />
<br /><a href="https://drivenime.com">Download Anime Batch</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gentongpost.com/cap-go-meh-dan-ramadan-berjalan-harmonis-di-singkawang-extrajoss-hadir-meriahkan-festival/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
