<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bombing &#8211; Gentong Post</title>
	<atom:link href="https://gentongpost.com/tag/bombing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gentongpost.com</link>
	<description>Gentong Post</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Aug 2026 16:34:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>
	<item>
		<title>Kebakaran Gunung Bromo Meluas hingga Malang, BNPB Kerahkan Dua Helikopter Water Bombing</title>
		<link>https://gentongpost.com/kebakaran-gunung-bromo-meluas-hingga-malang-bnpb-kerahkan-dua-helikopter-water-bombing/</link>
					<comments>https://gentongpost.com/kebakaran-gunung-bromo-meluas-hingga-malang-bnpb-kerahkan-dua-helikopter-water-bombing/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Gentong Post]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2026 16:34:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Bombing]]></category>
		<category><![CDATA[Bromo]]></category>
		<category><![CDATA[Dua]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung]]></category>
		<category><![CDATA[Helikopter]]></category>
		<category><![CDATA[hingga]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kerahkan]]></category>
		<category><![CDATA[Malang]]></category>
		<category><![CDATA[Meluas]]></category>
		<category><![CDATA[Water]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gentongpost.com/kebakaran-gunung-bromo-meluas-hingga-malang-bnpb-kerahkan-dua-helikopter-water-bombing/</guid>

					<description><![CDATA[Petugas gabungan berupaya memadamkan api kebakaran lahan dan hutan Gunung Bromo. (Foto: Dok BPBD Kabupaten Malang) KabarJawa.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) atau Gunung Bromo terus meluas dan kini mulai memasuki wilayah administratif Kabupaten Malang. Hingga Rabu (5/8/2026), luas area yang terdampak diperkirakan telah mencapai sekitar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<figure id="attachment_35751" aria-describedby="caption-attachment-35751" style="width: 1200px" class="wp-caption alignnone"><figcaption id="caption-attachment-35751" class="wp-caption-text">Petugas gabungan berupaya memadamkan api kebakaran lahan dan hutan Gunung Bromo. (Foto: Dok BPBD Kabupaten Malang)</figcaption></figure>
<p><strong>KabarJawa.com</strong> – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) atau Gunung Bromo terus meluas dan kini mulai memasuki wilayah administratif Kabupaten Malang. Hingga Rabu (5/8/2026), luas area yang terdampak diperkirakan telah mencapai sekitar 50 hektare.</p>
<p>Kondisi medan yang sulit dijangkau membuat proses pemadaman menghadapi tantangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun memutuskan mengerahkan dua helikopter water bombing untuk membantu operasi dari udara.</p>
<p>Pergerakan api yang terus meluas juga menjadi perhatian karena telah mendekati perbatasan Kabupaten Malang.</p>
<p>Selain mengandalkan pemadaman darat, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan asesmen untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan lain.</p>
<p>Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, titik api pertama kali terdeteksi pada 3 Agustus 2026 di kawasan kaldera Bromo, tepatnya di Bukit Jantur atau Bantengan yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, kobaran api terus merambat ke arah barat hingga melewati kawasan perbatasan Kabupaten Lumajang.</p>
<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan hasil pemantauan melalui jalur darat menunjukkan posisi api kini diperkirakan hanya berjarak sekitar 800 meter dari batas wilayah Kabupaten Malang.</p>
<p>“Api terus merambat hingga tugu perbatasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang dan berjarak 800 meter dari batas wilayah Kabupaten Malang,” ujar Sadono, Rabu (5/8/2026).</p>
<p>Vegetasi yang terbakar didominasi hutan cemara gunung, mentigen, akasia, serta semak belukar. Cuaca cerah berawan dengan embusan angin berkekuatan sedang yang bergerak ke arah barat turut mempercepat penyebaran api di kawasan TNBTS.</p>
<p>Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, BNPB menyiapkan dua unit helikopter water bombing yang akan digunakan untuk menjatuhkan air langsung ke titik-titik api dari udara.</p>
<p>Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan pengerahan armada tersebut merupakan dukungan terhadap operasi pemadaman yang masih berlangsung di kawasan Gunung Bromo.</p>
<p>“Sementara kami akan mendukung dengan dua unit ya,” kata Suharyanto di Kota Malang, Rabu.</p>
<p>BNPB menargetkan kedua helikopter tersebut dapat mulai beroperasi pada Rabu (5/8/2026). Apabila terdapat kendala teknis maupun operasional, pengerahan armada dijadwalkan paling lambat pada Kamis (6/8/2026).</p>
<p>Namun, jenis helikopter yang digunakan masih menyesuaikan ketersediaan armada. Menurut Suharyanto, BNPB saat ini juga tengah mengoperasikan helikopter untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah provinsi lain.</p>
<p>“Ada beberapa jenis, bisa jenis Mi dan bisa Sikorsky, nanti kami lihat yang tersedia, karena BNPB juga sedang melaksanakan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di enam provinsi,” ujarnya.</p>
<p>BNPB menyatakan pengerahan dua helikopter akan diikuti asesmen langsung di lapangan. Evaluasi tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah dua unit helikopter sudah cukup efektif mengendalikan kebakaran atau masih diperlukan tambahan armada.</p>
<p>Menurut Suharyanto, pengalaman penanganan kebakaran Gunung Bromo pada 2023 menunjukkan penggunaan dua helikopter water bombing mampu membantu mempercepat proses pemadaman, terutama di lokasi yang sulit dijangkau tim darat.</p>
<p>Meski demikian, keputusan penambahan armada tetap akan mempertimbangkan perkembangan kondisi kebakaran dalam beberapa hari ke depan.</p>
<p>Selain pemadaman dari udara, BNPB juga telah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.</p>
<p>Namun hingga Rabu siang, upaya tersebut belum dapat dilakukan karena kondisi atmosfer belum mendukung. Pertumbuhan awan hujan di sekitar kawasan Gunung Bromo masih belum mencukupi sebagai syarat pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.</p>
<p>“Kami juga sudah berkoordinasi dengan BMKG terkait kemungkinan operasi modifikasi cuaca tetapi sampai siang ini masih belum ada pertumbuhan awan hujan, sehingga dalam beberapa hari untuk operasi modifikasi cuaca belum bisa diselenggarakan,” kata Suharyanto.</p>
<p>Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman masih mengandalkan kombinasi personel darat dan dukungan helikopter water bombing untuk mengendalikan penyebaran api.***</p>
</p></div>
<p></p>
<h2>PakarPBN</h2>
<p></p>
<p>A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.</p>
<p>In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.</p>
<p>The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.</p>
<p><a href="https://pakarpbn.com">Jasa Backlink</a><br />
<br /><a href="https://drivenime.com">Download Anime Batch</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://gentongpost.com/kebakaran-gunung-bromo-meluas-hingga-malang-bnpb-kerahkan-dua-helikopter-water-bombing/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
